Zayn mengerjapkan matanya ketika merasakan guncangan kecil di bahunya. "Zayn, bangun." Rengekan makhluk cantik di sebelahnya berhasil mengembalikan kesadaran Zayn sepenuhnya. Melirik jam di nakas, Zayn menghembuskan napas panjang ketika melihat jarum jam yang menunjuk angka dua dini hari. Zayn mengusap pucuk kepala Irene, kemudian disusul dengan kecupan di kening dan juga perut wanita itu. "Kali ini istriku yang cantik ini mengidam apa?" Tanya Zayn. "Nggak ngidam Zayn, cuma lapar." "Baiklah, ayo." Irene sebenarnya kasihan melihat Zayn sering terganggu waktu istirahatnya karena dirinya, tapi mau bagaimana lagi. Irene pernah tengah malam kelaparan dan mencoba memasak nasi goreng sendiri, alhasil Zayn marah besar, lelaki itu tak mengizinkannya menginjak dapur selama lebih dari satu Min
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


