"Kau sendiri yang bilang kalau kau tidak akan menyesali keputusanmu," celetuk Zayn. Kini mereka berempat sedang duduk di sebuah restoran makanan cepat saji. "Jadi kau menyalahkanku? Kau mau aku memakaikan karung goni di tubuhmu, begitu?" Kepala Albert serasa mau pecah. Benar apa yang dikatakan Zayn semalam. Sekuat dan sehebat apapun seorang lelaki, dia tak akan memiliki kekuatan untuk sekedar melawan wanita yang telah bergelar menjadi istrinya. Berulang kali lelaki itu menggelengkan kepalanya, tak tahan dengan pertengkaran Zayn dan Irene. Albert lantas melirik Naura, membuat gadis itu mengangguk seolah menyetujui pendapat suaminya. "Tuan, Maaf ... Saya rasa kami harus segera pulang sekarang. Naura mengeluh kakinya sakit, dia kelelahan karena terlalu banyak berjalan," ungkap Albert.

