81. Rencana Besar

1740 Kata

Zayn membawa Leo menuju ruang kerjanya. Dua lelaki itu duduk berhadapan usai Zayn meminta Leo mengunci pintu. "Ada apa? Kelihatannya penting sekali," Zayn membuka suara. "Soal Lusi, Tuan." Zayn terkejut. "Informasi apa yang kau dapatkan?" Tanya Zayn, tak sabar. "Yang di maksud oleh Lusi mengenai kupu-kupu dan juga kotak musik, itu adalah ...." Leo menjeda kalimatnya sejenak. Menghirup napas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya. "Kupu-kupu yang dimaksud Lusi adalah merupakan sebuah tato, Tuan." "Tato?" Kedua alis Zayn saling bertaut. "Ya. Saya sudah mengirim anak buah saya untuk pergi ke tempat asal Lusi, dan setelah dia memberikan informasi atas penyelidikannya, juga mencocokkan dengan beberapa petunjuk yang Lusi tinggalkan. Dugaan saya menguat ke arah itu." "Perempuan atau laki-la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN