Selesai mengajak Naura berkeliling rumah, Irene mengajak gadis itu untuk istirahat di taman belakang. Sasa telah menyiapkan minuman dingin juga beberapa kudapan di gazebo. "Rumah ini sangat luas dan megah. Pantas saja ada banyak pelayan yang bekerja di sini," seloroh Naura. "Begitulah." "Apa kau juga hafal nama-nama pelayan di sini?" "Tidak semuanya aku hafal, hanya beberapa saja yang kebetulan aku sering berurusan dengannya. Biasanya mereka disebut kepala pelayan dalam tugasnya masing-masing. Oh, ya. Kau sudah lihat kamar Albert kan?" "Ya, kamarnya terlihat seperti kamar istana. Awalnya aku berpikir kamarnya itu pengap dan sempit, tapi ternyata dugaanku salah. Aku bahagia karena dia mendapatkan perlakuan istimewa di rumah ini." Naura meneguk minumannya. "Tentu saja. Kakek, suamiku d

