113. Kebahagiaan Berlipat Ganda

1506 Kata

Zayn melepaskan pelukannya, ia menangkup wajah Irene lalu mengusap lelehan air asin yang masih terus mengalir. "Aku minta maaf ya, selama ini aku belum bisa menjadi suami yang baik buat kamu. Bantu aku, bimbing aku agar aku bisa menjadi sepertimu. Kau adalah istri terbaik di dunia," tutur Zayn. Bibirnya mendarat manis di kening Irene. "Kau juga suami terbaik Zayn, aku beruntung memilikimu," lirih Irene hampir tak terdengar. Zayn kembali membawa gadis itu ke dalam dekapannya. "Jangan menangis! Dalam keadaan biasa saja aku melarangmu menangis, apa lagi setelah mengandung anakku. Jika kau menangis, aku takut anakku ikut stress nanti. Tadi Catherine bilang kalau kau tidak boleh stress karena akan sangat berdampak pada bayi kita," ucap Zayn. "Ini semua salahmu! Kau sibuk bekerja sampai lupa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN