Irene semakin terpojok. Sialnya otaknya juga sedang tak bisa diajak bekerja sama. Bibir Irene terkatup rapat, dadanya bergemuruh. "Sayang, aku sedang bertanya padamu," ulang Zayn. "It ... Itu, soal ..." "Soal apa? Siapa yang jahat? Dan kenapa tadi kau bilang kakek belum tahu," cecar Zayn. "Soal itu, sebenarnya ..." "Irene," panggil Zayn. Ah, jika sudah memanggil nama seperti ini, Irene tahu Zayn dalam mode serius. "Soal itu Sayang, soal kelanjutan drama televisi yang sedang booming sekarang ini. Kau tahu kan kalau kakek dan mommy suka sekali menonton serial itu. Tadi mommy menghubungiku untuk membocorkan thriller episode malam nanti. Kakek tidak tahu kalau ternyata tokoh idolanya itu adalah tokoh antagonis yang sebenarnya," oceh Irene. Setiap perkataannya dia usahakan senatural mun

