Sasa mengerjapkan matanya, hampir saja ia berteriak saat menyadari ada tangan yang melingkar di perutnya yang mulai membuncit. Usia kandungannya memang berjalan lima bulan, jadilah dia mulai agak kesulitan ketika melakukan aktivitas apapun. "Kau sudah pulang?" Sasa menepuk pipi Leo, membuat pria yang baru saja memejamkan matanya itu terkesiap. Leo hendak membuka mulut untuk menjawab pertanyaan Sasa yang sebenarnya tak memerlukan jawaban, Sasa dengan cepat menubruk dadanya. Pelan tapi pasti, Leo dapat mendengar tangisan wanitanya. "Jangan pergi lagi," cicit wanita itu tanpa melepaskan pelukannya. "Memangnya kenapa kalau aku pergi, heum?" "Aku tidak bisa." "Tidak bisa apa? Ada Sari yang akan menemani dan mengurusi kebutuhanmu." "Bukan itu!" Tandas Sasa. "Lalu?" "Aku tidak bisa jika

