Pipi Naura bersemu merah saat ia memergoki pria yang kini telah resmi menjadi suaminya itu terus mencuri pandang ke arahnya. Tak banyak kata yang terucap, tapi melalui bahasa mata keduanya nampak saling berbicara. "Duduklah! Kau pasti lelah," kata pria itu. "Masih banyak tamu, bagaimana aku bisa duduk?" Canggung, itu yang saat ini mereka rasakan. Pasangan itu bahkan hanya bertemu dua kali sebelum pernikahan ini dilangsungkan, keduanya masih belum begitu mengenal satu sama lain. Belum lagi Albert yang memang tipikal pria pendiam, makin kesulitan saja dia sekedar mengajak Naura mengobrol. "Al." Panggilan itu membuyarkan lamunan Albert. "Selamat atas pernikahan kalian, semoga hubungan kalian langgeng hingga akhir hayat memisahkan." Zayn dan Albert saling berpelukan. "Terima kasih, Tuan

