92. Apartemen Maxim Part 2

1913 Kata

Kedua sudut bibir Zayn melengkung ke atas saat mendapati istrinya tengah tergolek sembari memeluk bantal di kamarnya. Usai rapat berakhir Irene masih setia menemani suaminya mengecek beberapa laporan, tapi menjelang pukul setengah tiga, gadis itu memutuskan untuk memasuki kamar untuk beristirahat. Zayn memangkas jarak. Duduk di bibir ranjang, diusapnya wajah cantik bermata teduh itu. Jika mengingat latar belakang pernikahannya, Zayn bahkan lupa kapan cinta itu singgah dalam hatinya. Tak menyangka sama sekali jika ia akan jatuh dan tergila-gila pada gadis yang usianya jauh di bawahnya. "Sayang, bangun," ucapnya pelan sembari mengusap pipi bak pualam itu. Tak kunjung bangun, Zayn membenamkan bibirnya di kening Irene. "Sayang, ayo bangun. Orang kantor sudah pada pulang lho, kau mau kita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN