107. Pertarungan

1722 Kata

Sasa mengucek matanya pelan, wanita itu terkejut bukan main saat melihat hari sudah menggelap. Ia pun bangun dari kasurnya hingga akhirnya Sasa menyadari sesuatu. Hampir saja Sasa menjerit saat melihat kondisinya, dengan tubuh polos berbagi selimut bersama Leo yang juga sama-sama polos. "Ya Tuhan! b******n! Bangun kau Leo! b******n! Kurang ajar!" Leo terperanjat ketika mendengar makian Sasa dan juga serangan bertubi-tubi dari wanita itu. "k*****t kau Leo! Aku sudah terlalu lama menderita demi mengubur masa laluku, dan sekarang kau kembali menjadikan aku sebagai p*****r murahan!" Teriak Sasa histeris. d**a bidang Leo menjadi sasaran amukannya. "Aku sudah tidak ingin mengingat masa-masa kelam itu lagi, tapi kenapa kau kembali mengingatkan aku pada jati diriku." Sasa meraung sambil terus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN