Semburat jingga menyembul di ufuk timur. Kicau burung dan tetesan embun di dedaunan mengantarkan penguasa langit menaiki tahtanya. Udara cukup dingin, tapi sedikit hangat berkat pancaran sinar matahari yang mulai naik perlahan. Zayn mengerjapkan matanya, mengumpulkan sisa-sisa kesadarannya usai berkelana di pulau mimpi. Dilihatnya wajah cantik sang istri yang begitu damai tengah berada di dadanya. Seketika senyumnya mengembang. Zayn merasa sangat bersyukur. Berkat gadis yang mewarisi gelar menjadi Nyonya Zayn itu, dirinya dapat merasakan berbagai jenis warna kehidupan. Sudah tak terhitung berapa banyak air mata dan pengorbanan yang telah mereka lalui hingga bahtera rumah tangga keduanya masih dapat berlayar sampai saat ini. "Sayang, bangun," ujar lelaki itu penuh kelembutan. Diusapny

