Hera keluar dengan mata sembab dan bengkak. Hampir satu jam lamanya wanita itu terus berdiam diri dalam ruang perawatan ayah mertuanya. Mungkin wanita itu akan terus berada di dalam sana seandainya saja perawat tak datang dan mengingatkan padanya agar tak berlama-lama di ruangan itu. "Mom, sudah?" Tanya Naura. "Ssttt!" Menaruh jari telunjuknya di depan bibir, Hera tak mau suara mereka membuat Albert terbangun. "Mommy pulang duluan ya, rasanya Mommy sangat lelah hari ini," ucap Hera setengah berbisik. "Sebentar Mom biar aku bangunkan Kak Albert dulu." "Tidak usah! Lihatlah bagaimana ia tidur, dia pasti sangat lelah. Mommy nggak tega kalau harus membangunkan dia jadi tetaplah di sini, temani suamimu," kata Hera. "Nanti Mommy pulangnya bagaimana?" Tanya gadis itu, cemas. "Kan ada Bryan

