78. Melukis Kenangan

1839 Kata

Dengan jantung berdebar-debar, Albert mengeluarkan kartu akses apartemennya. Pintu terbuka. Sedikit berjingkat, kamar utama menjadi tujuannya saat ini. Albert sempat melirik benda bundar yang masih menempel di pergelangan tangannya. Ah, membayangkan akan seperti apa reaksi Naura saat melihat dia terlambat pulang, cukup membuatnya frustasi. "Kakak! Kenapa baru pulang!" Albert terlonjak kaget mendapati suara istrinya yang terdengar melengking. Ini kali pertama Naura tak berlemah lembut padanya. "Astaga Sayang, kau membuatku kaget," keluh Albert. "Dan kau membuatku hampir mati ketakutan. Ke mana saja dirimu? Ponselmu aktif tapi kau tidak bisa dihubungi? Mampir ke mana kau? Ayo ngaku! Ini sudah hampir tiga jam dari sejak kau mengatakan sedang dalam perjalanan pulang!" Sembur Naura. "It

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN