Selepas kepergian dokter itu, Albert melipat kedua kakinya di lantai. Pria itu sujud syukur dengan diiringi derai air mata. Kebahagiaan yang tengah ia rasakan saat ini, sungguh tak bisa Albert definisikan dengan kata-kata. "Selamat ya Al, aku ikut bahagia untukmu." Zayn langsung memeluk Albert begitu lelaki itu bangun dari lantai. "Terima kasih Tuan." "Selamat Al." Irene ikut bersuara. "Terima kasih Nona." "Ayo, sebaiknya kita cepat ke ruang rawat Naura," ajak Zayn. "Apa tidak sebaiknya Tuan dan Nona pulang saja? Ini sudah larut malam Tuan, saya takut kalian lelah. "Tidak masalah, kami akan menemanimu menjaga Naura." "Saya tidak masalah jika ditinggal sendirian Tuan, sebaiknya kalian pulang saja," ucap lelaki itu sungkan. "Bagaimana Sayang?" Zayn meminta pendapat istrinya. "Ya, s

