Zayn membimbing istrinya menuju taman belakang penginapan, tempat yang langsung menghadap ke arah laut. Sesampainya di sana, Irene tak dapat menyembunyikan keterkejutannya saat melihat pemandangan yang tersaji, sangat indah. Meja bundar dengan dua kursi. Terdapat lilin yang menghiasi meja itu, angin yang berhembus terus menggoyangkan cahayanya. "Zayn?" "Hm." "Apa ini?" Irene terus mengangumi keindahan itu. "Hanya sekedar makan malam." Zayn menarik kursi untuk Irene duduki. Lelaki itu meraih mahkota bunga yang telah dia siapkan, lalu meletakkannya di atas kepala Irene. Sebuah kecupan dia berikan di kening gadis itu. "Zayn!" "Apa?" "Apa tidak berlebihan?" "Apanya?" Irene terus mengedarkan pandangannya. Ini adalah makan malam pertama yang sangat romantis yang pernah dia alami. "Ka

