191

1028 Kata

Lia memeluk tubuh Omanya di sofa ruang tamu dengan erat. Seperti memiliki malaikat tak bersayap jika Oma ada di rumah. Oma begitu sayang pada si kembar terutama Lia, karena Oma Silva tak pernah memiliki anak perempuan. "Tumben Oma kesini bukan pas weekend ada apa?" tanya Lia tiba -tiba. Dari arah dalam, Clara keluar dengan satu nampan besar ebrisi minuman sari jeruk asli dengan panada isi daging cincang yang masih panas karena itu cemilan kesukaan Oma dan Opa buatan khas menantu kesayangan. "Lia ... Ganti baju dulu baru ngobrol sama Oma. Sana masuk kamar dulu, biasain bersih," titah Clara pada putri sulungnya itu. "Lia!! Belanjaan lo ini!! Main tinggal aja di mobil. Parah Lo!! Oma? Opa? Ya ampun, Lio kangen," ucap Lio menghampiri Opa David dan menyalami serta mencium punggung tangan Op

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN