Radit melirik ke arah bawah tepat di depan kelas Lia yang masih terbuka pintu kelasnya. Lalu kembali menatap Sifa yang masih menunggu jawaban darinya. Radit mengangkat tangannya dan emnunjukkan jari manisnya ke arah Sifa. "Tidak perlu aku jawab dengan gamblang, bukan? Kamu wanita dewasa tentu sangat paham soal tanda ini," ucap Radit langsung membalikkan tubuhnya dan emninggalkan Sifa termangu berdiri menatap punggung Radit yang berjalan semakin menjauh. "Aku kesini mau tes wawancara untuk melamar posisi guru yang kosong disini," ucap Sifa sedikit teriak agar Radit emndengarnya. "Tunggu saja di ruang guru. Nanti ada yang mengetesmu, dan itu bukan aku," ucap Radit lantang dan berjalan kembali menuju ruangannya. Radit membuka pintu itu dan menutup kembali dengan rapat. "Kenapa harus Sif

