Radit membalas tatapan Rey dengan senyum mengembang penuh kemenangan. Rey mau marah atas dasar apa? Toh, sekarang Radit dan Lia sudah bersatu dalam ikatan pernikahan yang SAH dengan saksi pernikahan yang jelas. Rey terus melotot tajam ke arah Radit yang duduk diam di meja makannya sambil meneguk air putih yang tersaji disana. Clara memang sengaja tak menyediakan Lia ataupun Radit minuman hangat, takutnya kedua sejoli itu belum akan bangun pagi dan emmilih mengambil libur sekolah. "Ada apa Pah?" tanya Radit dengan suara tenang. Lia ikut melihat ke arah Papahnya yang bersikap sedikit emosi pada Radit. "Jadi suami itu harus bisa menjaga kehormatan istrinya, bukan malah sengaja menjebloskan istrinya untuk di bully," ucap Rey tak suka. Klaau Lia sampai ke sekolah dengan keadaan seperti ini,

