Radit dan ketiga lelaki hebat lainnya sudah berada di ruang tamu yang kini telh di sulap menjadi ruangan yang akan memberikan kenangan seumur hidup Radit. Ruangan itu sudah di dekorasi menjadi ruangan untuk ijab kabul. Radit sudah duudk di depan meja ijab menghadap ke arah dua penghulu yang akna menikahkan ia dan Lia. Lia belum masuk ke ruang tamu menunggu ijab kabul selesai di ucapkan dan semua serentak bilang SAH. Rey, Opa David dan Ayahnya Radit sudah duduk di dekat Radit sebagai saksi pernikahan super dadakan kayak tahu bulat. Penghulu itu menatap Radit dengan lekat lalu membaca data yang tadi sudah di isi sambil menyamakan identitas dan foto yang di berikan. Berkali -kali penghulu itu membaca lalu menatap ke arah Radit untuk lebih memastikan. "Ini pernikahan kedua?" tanya penghul

