Semua sudah berkumpul lagi diruang tamu yang akan menjadi saksi bisu tempat berjalannnya akad nikah dan pengucapan ijab kabul Radit untuk Lia. Radit sudah duduk di depan penghulu dengan kedua kaki bersila. Beberapa kali Radit menarik napas dalam untuk menenangkan hatinya. Jujur, ia makin gugup setelah penghulu bicara acara ijab kabul akan segera di mulai. "Kamu sudah siap? Apakah bisa kita mulai sekarang?" tanya penghulu itu pada Radit yang terlihat sedang melamun. "Ehhh ... Bicara apa tadi?" tanya Radit merasa bersalah tak menyimak. "Bisa kita mulai sekarang? Sepertinya sudah tak sabar untuk mengucap ijab kabul? Tolong para saksi dan wali nikah pengantin perempuan duduk di sebelah sini," ucap penghulu itu dengan suara tegas dan lantang. Hari semakin malam, acara tetap harus berjalan

