Chapter 51 - Lamaran Mahesa

1326 Kata

Mahesa menekuk kedua lengannya ke d**a, di hadapannya sudah ada Iwa duduk tertunduk, menyembunyikan kedua matanya yang sembab. Iwa tidak tau kalau Mahesa sudah tau kalau Iwa menangis di pinggir tempat tidur oma. Setelah memastikan Iwa sudah tenang, Mahesa meminta Iwa datang menemuinya di café dekat rumah sakit, seolah ia tidak mengetahui apapun. Suasana kaku, baik Iwa maupun Mahesa sama-sama diam tidak mengatakan apapun. Mahesa membiarkan Iwa membuka percakapan. Iwa membiarkan rambut sebahunya menutup sebagia wajah ovalnya. Sesekali Iwa mengangkat wajahnya, menatap Mahesa sejenak, lalu kembali ia sembunyikan. “Abang gak pesan makan?” tanya Iwa memecah keheningan. Mahesa masih diam. Iwa kembali menunduk mengetahui mimik wajah Mahesa masih terus menatpnya lekat. Mahesa sedang memikirkan car

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN