Ardam mencengkam rahang Raisel lalu dirinya menatap tajam pada wanita itu, yang telah membuat ulah dengan dia yang berani menerima dua orang tamu yang tidak boleh dilakukan. Ardam tidak suka Raisel yang akan pergi dari rumah ini. “Siapa yang menyuruh dirimu untuk bicara dengan mereka berdua? Kau mau menjadi jalang?!” tanya Ardam menatap sinis pada Raisel yang menunduk, tidak mengatakan apapun. “Kau itu hanya boleh menjadi jalangku saja. Kau tahu apa yang bisa aku lakukan kalau kau berani untuk membantahku, bukan?” tanya Ardam menatap pada Raisel yang sudah ketakutan dan menggeleng pelan. “Mas… aku mohon jangan siksa aku. Aku minta maaf, tidak akan pernah mengulangi kesalahanku lagi,” ucap Raisel menatap pada Ardam memohon pada pria itu, dirinya tidak akan pernah mengulangi kesalahann