Raisel masuk ke dalam rumah, menatap pada ibunya yang sudah masuk ke dalam peti. Raisel menggeleng pelan, dan menatap pada peti itu dengan perasaan yang hancur lebur. Raisel berjalan mendekati ibunya dan menangis kencang meneteskan air matanya yang tidak pernah berhenti. “IBUUUU! IBU CUMAN TIDUR, ‘KAN? RAISEL NGGAK MAU IBU PERGI! HIKS. IBU NGGAK MUNGKIN NINGGALIN RAISEL. IBU UDAH JANJI SAMA RAISEL KALAU IBU AKAN BAHAGIA BERSAMA RAISEL. HIKS! IBUKU BELUM MATI! IBUKU MASIH HIDUP. KELUARKAN DIA DARI DALAM ITU.” teriak Raisel menunjuk pada peti mati, dimana dalamnya ada jasad sang ibu yang sudah menutup mata dan juga sudah dibersihkan semua darah dalam tubuh ibunya. “Ibuku belum mati. Hiks. Dia masih hidup. Kenapa dia memasukkan ibuku ke dalam peti mati? HAH?! IBUKU BELUM MATI! DIA MASIH H