Laura 1

2078 Kata

Udara di dalam ruang pengap ini dihiasi oleh asap rokok dan gelak tawa orang yang ada di dalamnya. Entah menertawakan hal lucu, atau tidak. Lampu kelap-kelip setra penerangan minim di tempat itu semakin pekat dengan dentuman musik yang semakin menekan telinga. "Lo udah teler, Lau. Balik ayo!" Bujuk Irawan, tepat di dekat telinga Laura. "Nggak ah! Nanti aja! Lagi seru!" Balas Laura. Ia menepis tangan Irawan dari lengannya. Laura berjalan sempoyongan mendekat ke arah kerumunan orang-orang yang tengah bergerak tanpa aturan mengikuti irama musik yang kian membuat suasana semakin panas. Laura mengabaikan teriakan Irawan dan Dara, dua teman yang datang bersamanya. Kedua temannya itu lebih mirip seperti bodyguard untuk Laura, sebab hanya Laura yang terlihat mabuk berat. Sementara kedua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN