Laura 2

1318 Kata

"Ini obat di minum sehari tiga kali. Jangan sampai ada yang terlewat." Jelas Irawan. Laura hanya menggumam pelan. Kedua matanya tertuju ke tempat lain. "Lau, Lo denger kan ucapan gue?!" Sentak Irawan yang membuat Laura akhirnya menoleh dengan tatapan kesal. "Denger. Denger banget malah," "Habiskan. Ingat," "Habiskan!" Laura memotong ucapan Irawan. "Ini kartu buat bayar biaya perawatan gue. Lo tau kan, PINnya berapa." Laura mengeluarkan kartu berwarna hitam dari dompet pada Irawan. "Pembayarannya udah lunas." Irawan mengembalikan kartu tersebut. "Lo tinggal pulang, istirahat dan jangan mabuk lagi. Ngerti!" Laura hanya menggumam sambil mengangkat kedua bahunya. Tidak ada jaminan untuknya tidak melakukan hal itu lagi. Berada di kelab sudah seperti kebiasaannya satu tahun terak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN