Chapter 33

1294 Kata

"Vin, sorry ya, kita hentikan masalah celana dalam gua, sebelum gua benar-bener mati ngedaadak. Gua yakin cepat atau lambat sang b*****h itu akan terungkap juga,” pungkasku. "Hehehe, jadi makin curiga gua sama lu dan Mbak Sri," goda Alvin. "Vin! Sorry to say, gua lagi males bercanda. Sekarang gua mau tanya. Saat pertama lu datang, muka lu udah kaya celana dalam gua yang belum disetrika. Kusut abis. Ada apa gerangan denganmu?" tanyaku untuk benar-benar mengalihkan pembicaraan. Yes, berhasil! Kini giliran Alvin yang melongo. Tampaknya dia sendiri tak menyadari kalau aku sejak tadi memperhatikan wajahnya. Dia memang sempat tersenyum-senyum gak jelas mentetawakan aku, namun beberapa kali juga aku melihat dia seperti sedang kehilangan fokusnya. Mata dan bibirnya terkadang tidak sinkron. Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN