"Kenapa lu senyum? Mau ngehina nama gua? nama orang kismin ya emang begitu, maklum saja gua kan bukan anak pengusaha sukses kaya lu!" ucapku yang masih dalam mode nyolot. "Ini yang bikin gue kangen sama lu, Pras. Gue gak bakal keluar dari rumah ini, sebelum puas memeluk lu, hehehehe." Adel membentangkan kedua tangannya. "Dasar cewek msum lu! Gak malu apa sama pakaian lu sekarang!" sergahku. "Hahaha, gue suka banget kalau lu udah marah kaya gini, Pras!" "Lu memang cewek aneh." "Oke, oke. Tahan emosinya, gue kesini cuma mau bilang bahwa gue sampai kapan pun akan tetap menyayangi lu sebagai adik gua yang paling ganteng dan paling msum, hehehehe." "Modus lu!" "Dan gue juga mau bilang motor lu yang terbakar itu..." "Dibakar bukan terbakar!" potongku "Iya, iya! Gue ulangi ya, saat motor