Ting tong! Ting tong! Ceklek. “Eh, Den Gilang,” sapa asisten rumah tangga yang membuka pintu untuk pria itu. “Hai, Bi,” balas Gilang seraya mengulas senyum lebar. “Den Gilang pasti ingin bertemu Tuan, ya?” tebak sang asisten rumah tangga. “Tidak. Aku datang untuk mencari Bibi,” gurau Gilang yang membuat keduanya lantas terkekeh. “Ayo, masuk, Den. Tuan ada di ruang makan bersama Nyonya,” ajak asisten rumah tangga tersebut kemudian langsung memandu Gilang menuju ruang makan. “Tuan, Den Gilang datang,” lapor sang asisten rumah tangga yang seketika membuat tubuh Caroline membeku. Ia lantas langsung memberikan tatapan tajam pada Gilang yang kini berada di samping Lutfi. “Hei, Bro!” sapa Gilang seraya menepuk pundak Lutfi pelan. “Ada apa?” tanya Lutfi sedikit acuh. “Cuek sekali,” cibi

