“Lu, Lutfi?!” seru Delia. Kedua mata Delia membulat saat melihat Lutfi yang saat ini tengah menjadi buronan polisi. “Jalan Mawar, lorong, 10, nomor 50. Jalan sekarang,” pinta Lutfi pada sang sopir. “Apa Bapak bersama Adek ini?” tanya sang sopir sedikit curiga sembari melirik Lutfi melalui kaca spion tengah. “Ya,” jawab Lutfi. “Dek?” panggil sopir tersebut yang membuyarkan lamunan Delia. “Ah! I, iya, Pak. Jalan saja. Dia teman saya,” ucap Delia tersenyum kaku. “Baik,” ucap sang sopir kemudian langsung melajukan mobilnya. Selama perjalanan, baik Delia maupun Lutfi hanya terdiam. Sesekali, Delia melirik Lutfi yang bahkan tidak bergeming di tempatnya. ‘Selama ini polisi sudah mencarinya ke mana-mana, tapi tidak ketemu. Kenapa sekarang dia malah datang menemuiku? Mau apa pria ini bertem

