Chapter 92

1447 Kata

“Kau yakin tidak mau singgah di Paris dulu untuk ketemu Mama?” tanya Ethan kemudian menyuap sepotong daging ke mulutnya. “Tidak perlu. Kata Mama, akhir-akhir dia sangat sibuk. Kalau pun kita ke sana, kita tidak akan bisa bertemu Mama,” jawab Aleana. “Baiklah,” ucap Ethan. Setelahnya, makan siang mereka pun diisi dengan cerita-cerita kecil yang pernah mereka alami. Tak ayal, mereka berdua akan berdebat ketika memiliki persepsi yang berbeda. Sampai suara dering ponsel Ethan lantas menyela perbincangan keduanya. Sebelah alis Ethan terangkat ketika melihat nomor baru tertera di layar ponselnya. Karena tak mengenal nomor itu, ia pun mengabaikan panggilan tersebut sampai dering ponselnya berhenti. “Kenapa tidak diangkat?” tanya Aleana. “Nomor tidak dikenal,” jawab Ethan. “Coba saja diangk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN