10. Sebuah Keputusan

1622 Kata

“Kamu kenapa lagi sih, Kina!!” ujar Afshan dengan nada tinggi. Keizara yang sebelumnya sudah berbaring langsung membuka mata, setelah mendengar suara gelas dibanting, diikuti ucapan Afshan yang meninggi membuat jantungnya berdegup kencang. Dia melirik Syakira yang sudah tertidur, namun tampak tak nyaman. Mungkin dalam mimpinya dia mendengar suara jeritan itu. “Aku yang harusnya tanya, sampai kapan kamu membelanya? Hah!!” ujar Kina. “Dia mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini? Dari pagi sampai malam, melayani anak-anak tanpa istirahat, terus tangannya sampai merah-merah nyetrika pakaian!” “Oh jadi dia mengadu sekarang?” “Aku lihat sendiri, dari CCTV, aku pikir hanya sekali dua kali, tapi setiap hari! Dia adikku Kina, bukan pembantu!” ujar Afshan, “bahkan pembantu sekalipun enggak berh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN