BAB 42. Berdua Saja Semalaman

1105 Kata

“Dingin sekali, Kal.” Suara Anggara begitu lemah hingga nyaris tidak terdengar. Sampai Kaluna harus sedikit menunduk supaya bisa mendengarnya. Kaluna melihat ke sekelilingnya, tidak ada yang bisa dijadikan selimut. Hanya ada pakaian basah dirinya dan Anggara yang tadi dia masukkan ke goodie bag. Bingung apa yang harus dilakukan, bercampur panik karena Anggara semakin menggigil di sampingnya. Dengan ragu Kaluna menarik tangannya perlahan, lalu memeluk tubuh Anggara. Jangan ditanya bagaimana dengan kondisi detak jantung, rasanya berdetak dua kali lebih cepat. Dipeluk seperti itu, Anggara semakin merapatkan tubuhnya pada Kaluna. Tidak bisa menghindar, aroma maskulin menyegarkan dari tubuh Anggara semakin menyeruak. Tiba-tiba ada perasaan yang aneh dirasakan Kaluna. Entah apakah itu. Yang j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN