“Om, please lah Om turunin aku sekarang. Malu, nih!” Kaluna berusaha turun dari kedua tangan Anggara, tapi tidak berhasil. Sebab Anggara terus saja berjalan tegap menuju mobilnya di parkiran. Mengangkat Kaluna di kedua tangannya bagaikan sedang membawa setumpuk buku tipis saja. Karena rengekannya tidak juga digubris oleh Anggara, maka akhirnya gadis itu pasrah. Kini dia justru tertegun memandang wajah tampan Anggara. Dalam hatinya cukup bingung juga. Padahal semalam pria ini tampak begitu lemah. Bahkan sampai berganti pakaian pun harus dibantu. Namun sekarang … Kaluna merasa aneh sekali. Pria tinggi ini bahkan menggendong dirinya dan berjalan dengan begitu tegap, seperti tidak merasakan berat sedikitpun. “Om Angga cepat sekali sehatnya. Padahal semalam nolak minum obat. Dia jagoan apa

