“Emm ... kamu kenapa?” tanya Kai yang kaget mendapati Emma sedang menangis. Emma tak menjawab. Dia masih tetap memunggungi Kai karena dia tidak bisa menghentikan air matanya sendiri. Melihat Emma sepertinya sedang tidak baik-baik saja, Kai melajukan mobilnya mencari tempat nyaman untuk dia berbincang dengan Emma. Mobil Kai berhenti di sebuah area parkir sebuah mall yang tak jauh dari apartemen Rani. Dia membiarkan Emma menangis, melepas semua yang mengimpitnya tanpa ingin dia mengganggunya. Suara isak tangis Emma mulai mereda. Kai yang masih setia di samping Emma hanya menoleh sebentar lalu dia mengambil botol air minum yang selalu ada di kantong pintu mobilnya. “Minum dulu,” ucap Kai sambil mengulurkan botol itu ke Emma. “Makasih,” jawab Emma pelan dengan suara paraunya. Emma memin

