Malam tiba begitu cepat, Gibran sudah siap dengan pakaiannya. Berbeda dengan istrinya yang masih duduk di meja rias dan tengah menata rambutnya sedemikian rupa. "Udah rapi belum?" Tanya Starla dengan suara pelan dan menoleh ke arah suaminya. Gibran sedikit termangu saat melihat istrinya yang terlihat begitu cantik meskipun berdandan dengan natural seperti itu. Tadi siang istrinya sudah memutuskan untuk memakai gaun berwarna putih yang sudah ia pesan waktu itu. Selain itu istrinya juga menolak untuk dirias seperti pagi tadi dan mengatakan untuk merias dirinya sendiri saja. Gibran berjalan menghampiri istrinya dengan senyuman manisnya. Gibran benar-benar tak pernah melihat wanita yang cantiknya melebihi istrinya. Kalaupun dirinya melihat, dirinya tak akan mengakuinya dan tetap menjadikan

