Jonattan berjalan gontai memasuki rumah kedua orang tuanya. Rambutnya berantakan. Kemeja yang ia kenakan juga sudah tak jelas bentuknya. Kusut. Tidak seperti Jonattan sama sekali. Vanika yang mendengar pembantunya memanggil lantas bergegas keluar dari kamarnya. Betapa terkejutnya ia melihat kondisi Jonattan. Ia setengah berlari menghampiri Jo. "Jo, astaga. Kamu kenapa? Kenapa berantakan gini?" Jo tak menjawab. Tatapannya nanar. Kosong. "Jo.." Vanika menggoyang tubuh Jo agar anaknya itu kembali ke kenyataan. Jonattan menoleh. Menatap sang ibu dengan sorot mata rapuh. Tiba-tiba air mata Jonattan jatuh dari pelupuk matanya. Jelas saja Vanika terkejut. Bagaimana tidak? Jonattan datang dengan kondisi yang kacau, kemudian laki-laki itu tiba-tiba menangis. Seumur hidup belum pern

