Ayura sudah meronta minta lepas. Karena keadaan mall yang masih cukup ramai, Ayura terpaksa meredam suaranya. Ia tidak ingin jadi pusat perhatian. Kini yang bisa dilakukannya hanyalah mencoba melepaskan cengkraman Jo di pergelangan tangannya. Jangan lupakan beberapa paper bag yang sedang ia pegang. "Aku bisa jalan sendiri! Lepas!" "Kalau aku biarin kamu jalan sendiri, kita akan sampai di parkiran jam 12 malam." Ayura menatap Jo kesal. "Pak Jo!" "Sekarang aku kembali jadi orang asing." Ayura mendesah lelah. "Saya bisa jalan sendiri, Pak. Tolong lepas. Malu dilihat orang. Istri Bapak bisa salah paham." "Stt. Udah diam. Mending kamu jalan aja yang cepat." "Awww.." Jo menjerit. Ayura menggigit tangannya. Untung saja mereka sudah di basement. "Kamu vampire ya? Kenapa tangan saya

