Mungkin ini yang orang sebut seperti disambar petir. Ayura merasakannya. Kepalanya pening karena jantungnya berpacu berkali lipat dari seharusnya jantung itu berdetak. Jo tau Haras anaknya! "Lepas! Bapak nggak waras! Jangan mengada-ada! Bagaimana mungkin anak saya jadi anak Bapak?!" Ayura menyentak tangannya. Jo melepaskan cengkramannya. Kemudian ia menyeringai santai. "Tentu saja anak kamu nggak akan jadi anak saya. Karena lebih tepatnya Haras adalah anak kita." Ayura melotot. Susah payah ia mencoba agar tetap tenang. Tapi gagal. Ternyata menjadi tetap tenang dalam kondisi menjepit seperti ini bukanlah suatu hal yang mudah, tidak seperti di film-film. Ayura tidak sehebat itu untuk bisa menguasai situasi. "Gila! Mustahil Haras jadi anak kita!" Jo bersandar ke jok mobil d

