Permainan Manis.

1030 Kata

"Ghina," panggil Zalman, dengan suara serak. Entah mengapa caranya memanggil nama sang istri malam ini cukup membuat debaran menguasai jiwa. "Heum?" Ghina berusaha fokus, meski tentu saja sulit. Bayangannya kala sedekat ini dengan Zalman jelas saja menimbulkan sesuatu yang tidak biasa ia jelaskan dengan rangkai kata. Bagaimana ini? Otak Ghina seolah sudah dapat memproses apa lagi yang akan terjadi padanya dan sang suami. "Jika saya bilang, saya ingin sesuatu saat ini, apakah kamu akan memberi izin?" Zalman mengatakan itu dengan berkali-kali menelan savilannya sendiri. Tegang. Sebentar, kenapa segala yang ada pada Zalman malam ini terasa berbeda sekali? Tidak berhenti membuat Ghina melayang dengan kalimatnya, sekarang tindakannya memerlakukan Ghina dengan sangat manis juga rasanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN