Kegelisahan Zalman.

1028 Kata

Esoknya, Dalam kasusnya mengarungi dunia bisnis, tidak pernah Zalman alami hal semacam ini. "Saya diam, bukan berarti akan tunduk pada rencana jahat kalian," bisiknya, menatap ponsel. Kerutan di kening menandakan bahwa gambar-gambar yang tertera itu sangat membuatnya tertekan. "Aaarg! Sebenarnya siapa mereka? Orang iseng saja, atau-" Kalimatnya terhenti. "Lalu kenapa Ghina harus dapat keisengan semacam ini?" Zalman meminta asisten sekaligus orang kepercayaannya, Soraya untuk datang ke ruangannya saat ini juga. "Baik, saya tunggu." Pria berjas mahal, dengan kacamata yang bertengger di wajahnya, menutup gagang telpon dan mulai menunggu. Pemandangan kota dari atas gedung, tepatnya dari ruangan pribadi milik Pimpinan alias CEO ini menampilkan keindahan yang luar biasa. Jejeran bangunan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN