"Dokter Bian memang ada di sana saat aku dan Kila memesan makanan, Mas." "Kamu bisa pastikan dia ada di sana sebelum kamu datang, Ghina?" "Entahlah." Helaan napas, sudah yang kesekian kali, terdengar. Ketidakpuasan dari pengakuan Ghina yang jadi penyesalan di sini. Mengetahui hal itu, istri Zalman tersebut menunduk sedih. "Apa yang terjadi setelah itu?" Zalman masih berusaha mengulik lebih jauh. Pria itu berbeda sekali dengan dirinya, dari biasa. Zalman bahkan tidak melihat eskpresi murung Ghina dan hanya terus berusaha mendapatkan apa yang ia mau. Apakah sepenting itu? "Pasti ada yang terjadi, Ghina. Tidak mungkin kamu hanya berpapasan dengannya tanpa alasan apapun. Di tempat sebesar itu, bagaimana caranya dia menghampirimu?" desakan terus Zalman berikan. Ghina mencoba mengingat,

