Kerjasama Pasutri

1001 Kata

. Kondisi rumah sudah kembali bersih dan rapi, perasaan bangga membuat ayah dan anak itu bertos ria. "Nah, kalau rumahnya bersih, rapi, dan cantik begini, buat betah!" monolog Zalman. Meski hanya butuh sesaat membuatnya kembali berantakan kala bermain dengan si kecil Sultan, paling tidak, pencapaian bisa lihat rumah yang tertata rapi mengingatkan keluarga kecil itu untuk bersyukur. Sudah merasa lebih baik, Ghina keluar kamar, dia mendekat pada Zalman, suaminya yang baru beristirahat mengumpulkan energinya yang terkuras habis dengan selonjoran di sofa. "Aku buatkan teh dan pisang goreng, Mas," ucapnya, meletakkan makanan itu di meja depan Zalman. "Dimakan selagi hangat, baru nikmat." Pria yang tersenyum lebar saat tahu Ghina menghampirinya itu segera berterima kasih. "Baik sekali istr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN