Bab 9 - Rezeki dan Dosa

1380 Kata

Pukul 17:21 sore.Revan muncul di ujung jalan tanah merah, badan basah keringat, tas perkakas di bahu kiri, kresek plastik besar di tangan kanan bunyinya “kres-kres” tiap langkah.Di teras rumah panggung, Cici sama Vita lagi duduk bersila, muka cemberut, tangan peluk lutut, perut keroncongan terdengar sampe ke jalan.Revan nyengir lebar, angkat tangan. “Assalamualaikum, adik-adikku! Kok pada duduk di teras? Masuk yuk, dingin.”Dua-duanya langsung lompat berdiri.“KAK REVAANNN!!!”Cici lari duluan, Vita nyusul. Mereka peluk Revan bareng-bareng, d**a Cici nempel erat di lengan kiri Revan, d**a Vita nempel di d**a Revan yang basah keringat, kepala mereka nyandar di pundak dan d**a Revan.Cici langsung lirik kresek di tangan Revan, mata berbinar-binar. “Kak… apa itu? Bawa makanan ya? Bawa beras ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN