Cava sedang berbaring di kasur empuk yang berada di kamar hotel, ia ingin sekali tertidur karena sudah lelah beraktivitas hari ini dan besok pun adalah jadwal penerbangan mereka, namun sepertinya ia tak bisa tidur karena bayang-bayang mantan suaminya memeluk Balita perempuan membuat matanya terus terbuka dan terjaga. Suara pintu dibuka membuat Cava menoleh ke arah pintu dan melihat puteranya yang sedang berdiri di depan pintu sambil menatapnya dengan tatapan ragu. Cava pun langsung duduk karena tahu puteranya ingin mengatakan sesuatu sehingga mengganggu dirinya tengah malam begini. "Ada apa?" "Mama, aku tak bisa tidur lagi setelah bermimpi buruk jadi bisakah aku tidur bersamamu malam ini saja?" "Aku mohon." Sepertinya puteranya tahu jika ia akan menolak permintaannya itu sehingga dia