Seorang pria paruh baya tengah berbaring di atas brankar rumah sakit dengan selang oksigen di bagian hidung dan mulutnya serta jarum infus di tangannya, pria paruh baya itu tengah menunggu puteri dan cucunya datang sebelum ia meninggal dunia. Ia tak masalah meninggal saat ini karena umurnya sudah tua dan ia ingin menyusul istri tercintanya di Surga, namun ia harus tetap hidup hingga beberapa jam lagi untuk bertemu puteri dan cucunya. Ia tak mau pergi begitu saja untuk selamanya tanpa ada salam perpisahan. Suara pintu dibuka dari luar dengan cukup kasar membuat kepalanya menoleh dengan perlahan-lahan ke samping lalu senyum yang berusaha ia paksakan walaupun tubuhnya sakit terbit di bibirnya ketika melihat puteri dan cucunya sudah datang. Ternyata benar perkiraannya jika Markus bersama deng