Cava sedang duduk di sofa sambil melamun, ia baru saja pulang dari makam bersama puteranya dan menyuruh puteranya untuk ke kamar agar beristirahat karena kondisi puteranya pasti lelah setelah apa yang terjadi tadi. Meninggalnya ayahnya memberikan kesedihan dan luka yang menyakitkan dan sulit diobati. Cava juga lelah dengan keadaan ini namun selelah apapun dirinya, ia tak akan bisa tidur nyenyak karena di pikirannya saat ini adalah ayahnya dan semua kenangan masa kecil hingga dewasa yang terlintas di otaknya. Ia berharap bisa mengulang waktu dan memperbaiki tingkah lakunya, ia pasti akan memanfaatkan waktu yang ada untuk fokus membahagiakan ayahnya. Namun sayangnya hal itu hanya impian saja karena ayahnya sudah berada di dalam kubur. Tak lelahnya ia menangis sejak pulang dari makam bebera