Pagi hari yang cerah, Cava sudah bangun dan sudah selesai mandi serta berpakaian rapi untuk mengantarkan puteranya ke sekolah baru karena ia sudah memutuskan akan menetap di Indonesia dan tak kembali ke Pakistan, banyak kenangan di rumah ini dan Negeri ini mengenai ayahnya yang sudah tiada. Cava masuk ke dalam kamar puteranya dan melihat puteranya masih tertidur di kasur, terlihat begitu nyenyak sekali tertidur. Ia pun jadi tak tega membangunkannya namun satu jam lagi mereka harus sudah sampai di sekolah baru Markus. Ia pun menghampiri puteranya dan duduk di sampingnya lalu membangunkan puteranya dengan hati-hati dan lembut sambil mengusap rambut hitam halus puteranya. "Markus, bangun. Sudah pagi, Sayang." "Markus katanya mau sekolah lagi, kangen sekolah, Mama sudah memasukkan Markus ke