“Ay,” Panggil Arga lagi kini Marsya sudah mengangkat kepalanya melihat Arga yang sudah berada di hadapannya. “Jangan kabur kalau kita punya masalah. Kamu lupa kalau kita udah pernah sepakat saat kita punya masalah itu jangan sampai semua orang tahu termasuk orangtua kita. Kecuali udah ga ada jalan keluar lagi dan mereka harus tahu karena kita butuh pendapat mereka, kamu lupa?” Tanya Arga yang akhirnya mengingatkan Marsya yang melupakan kesepakatan mereka. “Maaf,” Ucap Marsya lirih. Ia kembali menundukkan kepalanya. Arga berlutut menggenggam kedua tangan Marsya yang berada di pahanya. “Kita selesaiin masalah kita dulu ya. Aku salah aku minta maaf udah ngomong kasar ke kamu kemarin. Membawa masalah yang tidak seharusnya kita bahas sampai membawa perempuan lain. Aku minta maaf udah ngomong