Nara terpaku memandangi Sean yang masih menjadi fokus sorot kamera. Pukul delapan malam, laki-laki itu masih harus melakoni scene terakhir untuk syuting video klip hari ini. Mata Nara tak teralihkan sejak tadi, melihat siluet Sean di bawah sorotan cahaya lampu membuatnya tak bisa berpikir waras. Adegan demi adegan kejadian siang tadi berputar-putar di dalam kepalanya, memicu denyut jantungnya makin tak karuan dan napas yang kian terengah. Nara masih ingat bagaimana Sean mengusap lembut punggungnya dari belakang, kemudian tangannya bergerak menelusup dari bawah ketiak menuju area depan. Bahkan tubuhnya terus bereaksi meski itu hanya sebatas ingatan. Nara tak memungkiri jika dirinya begitu lemah oleh sentuhan Sean, membuatnya jadi terlihat bodoh dan gampangan. Bagaimana tidak gampangan kala

