My love Sen-Sen? Sean mendengkus geli, menertawakan diri sendiri. Bagaimana tidak, kalau jantungnya saat ini terus berdebar hanya karena mendengar suara Nara di ujung telepon. Bukan, bukan karena mendengar suara Nara yang memang agak merdu dan lemah lembut kali ini, tapi lebih karena apa yang baru saja Nara ucapkan. "My love Sen-Sen." Wah, jantung Sean rasanya kayak mau salto-salto. Mendengar Nara memanggilnya sayang saja Sean sampai tahan napas sesaat, memastikan pendengarannya tidak salah. Apalagi ditambah panggilan 'my love Sen-Sen', sudah pasti jantungnya makin dag dig dug ser-seran! Baru tadi Nara menolaknya, mempertanyakan kelogisan atas pernyataan sukanya. Tapi sekarang, dalam sambungan telepon, bisa-bisanya Nara berucap mesra seperti itu. Bagaimana Sean tidak menggila, rasanya

